PostgreSQL vs MongoDB di 2026: Kapan Harus Pakai Masing-Masing?
Pertanyaan klasik yang masih sering ditanyakan: database relasional atau NoSQL? Di 2026, jawabannya lebih nuanced dari sebelumnya. PostgreSQL sekarang bahkan bisa handle JSON dengan baik.
Muhamad Putra Aulia Hidayat
PostgreSQL vs MongoDB: Pilihan Database di 2026
Pertanyaan ini sudah ada sejak NoSQL boom 2010-an. Di 2026, landscape-nya sudah berubah banyak — dan jawabannya lebih condong ke satu sisi dari yang kamu kira.
Spoiler: PostgreSQL Hampir Selalu Menang
Ini mungkin tidak populer di kalangan MongoDB fans, tapi inilah kenyataan di 2026:
PostgreSQL sekarang bisa:
- Simpan dan query JSON native dengan JSONB
- Full-text search yang bagus
- Array, hstore, dan tipe data eksotis lainnya
- Horizontal scaling dengan Citus
- Real-time subscriptions (via Supabase)
Sementara MongoDB telah menambahkan fitur seperti transactions dan joins — fitur yang sudah ada di PostgreSQL dari dulu.
Kapan PostgreSQL Lebih Baik?
Hampir semua kasus:
-- Data relasional yang jelas
CREATE TABLE orders (
id uuid PRIMARY KEY,
user_id uuid REFERENCES users(id),
total decimal(10,2) NOT NULL,
created_at timestamptz DEFAULT now()
);
-- JSON fleksibel di dalam SQL yang kuat
CREATE TABLE products (
id uuid PRIMARY KEY,
name text NOT NULL,
price decimal(10,2) NOT NULL,
attributes jsonb DEFAULT '{}' -- Fleksibel seperti MongoDB
);
-- Query JSON sama mudahnya
SELECT name, attributes->'color' as color
FROM products
WHERE attributes->>'brand' = 'Samsung'
AND (attributes->>'storage')::int > 128;
-- Index pada JSON field
CREATE INDEX idx_products_brand
ON products ((attributes->>'brand'));
Kapan MongoDB Masih Relevan?
Ada beberapa kasus di mana MongoDB masih masuk akal:
- Schema benar-benar tidak bisa diprediksi — tiap dokumen beda strukturnya dan tidak ada fixed schema
- Sudah ada tim yang expert MongoDB dan migrasi tidak worth it
- Geo-distributed write — MongoDB Atlas punya multi-region write yang lebih mature
- Legacy system — kalau aplikasi sudah jalan di MongoDB dan tidak ada issue, jangan fix yang tidak rusak
Perbandingan Performa
| Operasi | PostgreSQL | MongoDB |
|---|---|---|
| Simple read | Sangat cepat | Sangat cepat |
| Complex JOIN | Sangat cepat | Lambat |
| Write throughput | Cepat | Lebih cepat |
| Aggregation | Baik | Baik |
| Full-text search | Baik | Baik |
| ACID transactions | Penuh | Terbatas |
Contoh: Schema Fleksibel di PostgreSQL
# Simpan data produk dengan attribut berbeda-beda
# (seperti MongoDB, tapi di PostgreSQL)
async def create_product(data: dict):
# Pisahkan field tetap dan field fleksibel
fixed_fields = {
"name": data["name"],
"price": data["price"],
"category": data["category"]
}
# Sisanya masuk ke JSONB
attributes = {k: v for k, v in data.items()
if k not in fixed_fields}
return await db.execute(
"""INSERT INTO products (name, price, category, attributes)
VALUES ($1, $2, $3, $4) RETURNING *""",
fixed_fields["name"],
fixed_fields["price"],
fixed_fields["category"],
json.dumps(attributes)
)
Rekomendasi Final 2026
Mulai baru? Pakai PostgreSQL — melalui Supabase untuk DX terbaik.
Sudah pakai MongoDB dan jalan baik? Tidak perlu migrate kecuali ada masalah spesifik.
Butuh migrate dari MongoDB ke PostgreSQL? Worth it kalau:
- Banyak relasi antar collection
- Butuh complex query/aggregasi
- Butuh ACID transactions yang kuat
Di Digital Uptime, semua project baru kami pakai PostgreSQL via Supabase. Belum pernah ada kasus di mana kami menyesal pilihan ini.
Newsletter Digital Uptime
Tips teknologi & bisnis mingguan
Bergabung dengan 2,500+ subscriber yang mendapatkan insight teknologi, tutorial development, dan tips bisnis digital langsung ke inbox mereka setiap minggu.